Jumat, 15 Maret 2013

Sultan Sulu: Kami InginBergabung Dengan Indonesia



(Alfa's Def. )- Sultan Sulu Muizul Lail Kiram mengaku sangat frustasi terhadap konflik perebutan Sabah dan Serawak dengan Malaysia. Sebab itu, dia meminta bantuan Indonesia buat merebut kembali wilayah di utara Pulau Kalimantan itu.

"Saya akan menyerahkan kedaulatan Sulu kepada Indonesia asal Indonesia mau membantu mengembalikan Sabah dan Serawak kepada kami," kata Sultan Muizul. Dia mengoreksi namanya bukan Sultan Mudarasulail Kiram. Menurut dia, Mudarasulail adalah orang mengklaim sultan Sulu. Aslinya dia bernama Faizal Abdul
Naim, warga negara Malaysia asal Malaka.

Berikut penuturan Sultan Muizul Lail Kiram saat dihubungi Faisal Assegaf dari merdeka.com melalui telepon selulernya, Kamis (14/3).

Jadi apa rencana Anda selanjutnya?
Saya hari ini ada di Ibu Kota Manila. Mungkin besok saya akan bertemu
Presiden Benigno Aquino III. Saya akan minta kepada dia untuk segera mengakhiri konflik di Sabah
Saya yakin Presiden Aquino akan menanggapi permintaan itu karena orang Sulu warga Filipina.

Anda jadi minta bantuan kepada pemerintah Indonesia?
Saya tidak punya akses ke sana, tapi saya mendesak saudara kami di Indonesia untuk segera
membantu kami. Saya memohon kepada Yang Mulia Presiden Indonesia (Susilo Bambang
Yudhoyono) untuk menolong kami.

Kenapa Anda minta bantuan kepada Indonesia?
Saya kemarin (dua hari lalu) melihat dokumen perjanjian Mafilindo, isinya pemerintah Indonesia berkomitmen terhadap Sabah dan Serawak.

Lalu apa tawaran Anda buat pemerintah Indonesia?
Saya ingin bergabung dengan Indonesia. Saya akan menyerahkan kedaulatan Sulu kepada
Indonesia asal Indonesia mau membantu mengembalikan Sabah dan Serawak kepada kami.

Bukankah lebih baik bergabung dengan Malaysia?
Malaysia munafik, sedangkan Indonesia berkomitmen terhadap
nilai-nilai Islam.

Bukankah Islam agama resmi di Malaysia, sedangkan di Indonesia
ada lima agama lain selain Islam diakui?
Islam di Malaysia hanya sekadar kata-kata tapi perbuatan mereka
tidak Islam.

Anda kedengarannya frustasi?
Saya memang frustasi karena itu saya sangat mengharapkan bantuan dari Indonesia.


Merdeka

Kamis, 14 Maret 2013

Irak Berminat Membeli 500 Panser Buatan Pindad


Irak berminat untuk memesan
panser Anoa buatan PT Pindad
(Persero). Tidak tanggung-
tanggung, jumlah yang akan
dipesan mencapai 500 unit
panser.

Kesepakatan memang belum
terjadi, kedua belah pihak masih
terus melakukan kajian terkait hal ini. Minatnya Irak membeli panser ini muncul setelah kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Baghdad beberapa waktu lalu.

"Sampai saat ini belum ada
kesepakatan, masih negosiasi.
Mereka memang berminat, tapi
belum ada kelanjutannya," kata
Duta Besar Indonesia untuk Irak
Safzen Noerdin ketika ditemui
detikFinance di Hotel Al-Mansour,
Baghdad, Rabu (13/3/2013) malam
waktu setempat.

Sjafrie berangkat ke negeri 1001
malam itu sekitar pertengahan
tahun lalu dan diterima oleh
Perdana Menteri Irak, Nuri Al-Maliki serta beberapa pejabat bidang pertahanan dan perekonomian Irak.

Kabarnya, tak hanya panser, tapi
Irak juga tertarik membeli beberapa produk Pindad lainnya, seperti senjata dan peralatan militer lainnya.

( Detik )

PT DI Serahkan Pesanan6 Helikopter Bell TNI AD




Bandung (alfa's def.) - Kementerian Pertahanan menerima 6 helikopter angkut tipe Bell-412 EP dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Jumat (15/3/2013). Serah terima ditandatangani oleh Dirut PT DI Budi Santoso dan Kepala Barahanan Kementerian Laksamana Muda TNI Rachmad Lubis, Aslog TNI Mayjen TNI Hari Krismoni dan Aslog KASAD Mayjen Joko Sri Widodo di Hanggar Rotary Wing KP II PT DI, Jalan Pajajaran.

Selanjutnya, Aslog KASAD menyerahkan kembali pada Danppuspenerbad Brigadir
Jenderal Mochammad Afifudiing selaku pengguna. Enam unit helikopter tersebut sesuai dengan kontrak pada 6 Maret 2012 lalu.

"Semoga penyerahan enam helikopter ini akan membawa pengaruh besar bagi kemampuan 
TNI, khususnya TNI AD dalam menghadapi tugas yang semakin berat," ujar Budi 
saat memberikan sambutan.

Budi mengatakan sebagai salah satu penyedia produk alutsista, PT DI berusaha optimal untuk memenuhi tuntutan yang diminta serta menjaga kepercayaan yang diberikan tersebut dengan bekerja efisien sehingga menghasilkan produk yang memuaskan pelanggan.

Seharusnya, jadwal penyerahan enam helikopter ini dilakukan pada September, Oktober dan November 2013. Namun PT DI mampu menyerahkan enam
helikopter pesanan tersebut lebih cepat.

"PT DI berupaya mempercepat delivery sehingga kami mampu menyerahkan enam heli tersebut hari ini demi mendukung rencana latihan gabungan TNI," katanya. Selama ini, TNI AD menjadi pengguna terbesar helikopter-helikopter produksi PT DI. "PTDI mengharapkan TNI AD tetap mempercayakan dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan helikopternya pada PT DI," ucap Budi.

Helikopter tipe Bell-412 EP adalah helikopter serbaguna yang ditenagai dengan sepasang engine, Pratt & Whitney PT6T-3D, dengan 4 bilah rotor utama dan 2 bilah rotor ekor. Helikopter
ini diawaki oleh 2 orang pilot dan ko-pilot serta mampu mengangkut 13 penumpang yang termasuk kelas menengah.

Tipe Bell-412 seri EP ini merupakan helikopter Bell-412 generasi baru yang dapat diandalkan. Dimana sebelumnya telah membuktikan kehandalannya dalam berbagai operasi di Indonesia maupun di


negara-negara lain. Disamping mampu melaksanakan misi-misi militer, Bell-412 EP ini juga mampu melaksanakan penerbangan sipil, operasi SAR dan pemadam kebakaran.
"Helikopter Bell-412EP ini dari sifat dinamika lebih baik dari kapasitas mesin juga 17 persen lebih besar dibandingkan Bell-412," jelasnya.


Sumber: klik

AUSTRALIA TERANCAM KARENA SUPERIOR SUKHOI



Sukhoi Su-27


ARTILERI-(alfa'sdef.) :Percaya atau tidak, Australia saat ini tengah berusaha untuk mengatasi ancaman yang bisa ditimbulkan oleh jet-jet tempur Sukhoi di Asia Tenggara. Dalam beberapa dekade terakhir, jarak yang jauh dan minimnya jangkauan pesawat-pesawat tempur angkatan udara di Asia Tenggara, memang masih memberikan rasa aman bagi Australia. Namun untuk saat ini, keamanan Australia terkikis oleh kedatangan jet-jet tempur super manuver Sukhoi 27 Flanker dan Sukhoi 30 Flanker C.

Jet-jet tempur Sukhoi ini sudah melengkapi Angkatan Udara China, Indonesia, Malaysia dan Vietnam dalam jumlah yang besar. Kedatangan Sukhoi ini telah membuka "teater baru" di Asia Pasifik. Pilot Angkatan Udara Australia, yang semula menganggap dirinya dominan karena menggunakan F-18 Hornet dan pembom F-111 Aardvark, sekarang harus "menutup muka" dari Flanker Sukhoi yang memang unggul hampir pada setiap aspek. Akuisisi Sukhoi Su-27SK dan Su-30MK buatan Rusia ini oleh negara-negara di Asia Tenggara, menyajikan sebuah kenyataan bahwa dimana F/A-18A/B/F Australia kalah dalam hampir semua parameter kinerja utama, baik oleh Su-30 maupun Su-27.

Dari perspektif analisis strategis, akusisi alutsista canggih oleh negara-negara marginal stabil seperti Indonesia atau pemain regional lainnya, harus menjadi perhatian yang serius - walaupun ini masih diluar jumlah mengesankan yang diakuisisi oleh China. Kedatangan alutsista jarak jauh seperti Sukhoi dan suiterudal canggih di kawasan Asia Tenggara memang bisa meresahkan Australia, dan menyajikan konteks strategis yang sama sekali baru.

Manuver Sukhoi ( misal: Pughacev Cobra*  ) memang legendaris, dengan jangkauannya yang lebih dari 3000 km, memberikan Flanker Sukhoi keunggulan dalam pertempuran udara. Memungkinkan untuk melakukan taktik probes and U-turns berulang (sebuah taktik Perang Dingin Rusia), yang dapat membuat lawannya bingung dan rentan dalam sebuah pertempuran udara. Memburu Sukhoi akan menjadi salah satu pekerjaan yang paling berbahaya dalam pertempuran.

Bahkan, jangkauan yang luar biasa dari Sukhoi ini dapat ditingkatkan dua kali lipat dengan air refueling (pengisian bahan bakar di udara). Bayangkan bagaimana kekuatan Sukhoi Indonesia jika suatu hari diperkuat dengan pesawat tanker, pasti sangat meresahkan Australia. Untuk saat ini, Sukhoi-sukhoi Indonesia dapat memperjauh jangkuannya dengan pengisian bahan bakar dari Sukhoi lainnya, dimana setengah armada Sukhoi akan di isi oleh setengah Sukhoi lainnya.

Ancaman Rudal

Sukhoi memiliki 12 hard point (cantelan senjata), ini lebih banyak dari pesawat tempur lain. Fitur ini membuat Sukhoi mampu untuk membawa pack senjata yang mematikan, yaitu seluruh amunisi rudal dan bom pintar. Biro-biro senjata Rusia telah mengembangkan dengan baik berbagai macam rudal udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan -termasuk rudal jelajah- yang pada beberapa kasus kemampuannya belum bisa disamai senjata-senjata NATO. Sembilan puluh empat pesawat Hornet Australia ini akan sangat rentan terhadap Sukhoi yang melampaui jarak pandang rudal.

Australia juga khawatir dengan kerentanan platform gas dan aset industri lainnya di pesisir timur negara mereka. Defence Today menjelaskan "Dari sudut panjang senjata, sebuah rudal supersonik Raduga 3M-82/Kh-41 Sunburn, MBRPA 3M-55/Kh-61 Yakhont atau rudal jelajah subsonik anti-kapal Novator 3M-54E1 Alfa sangat efektif untuk melumpuhkan atau bahkan menghancurkan salah satu fasilitas besar dalam sekali serangan. Rudal ini didesain untuk membelah kapal perang kecil dan menimbukan kerusakan parah pada kapal perang besar (lihat test Yakhont yang dilakukan TNI AL). Kecelakaan industri dan kebakaran di pabrik petrokimia dan anjungan lepas pantai sangat mudah terpicu karena hal-hal kecil, dan dapat dipastikan sebuah serangan rudal ini dapat membuat kebakaran yang tak terkendali."

Kapal Induk AS Sebagai Sasaran Empuk

Kedatangan Sukhoi di Asia Pasifik juga menambah kerentanan terhadap kapal induk bertenaga nuklir milik AS. Militer Amerika sudah bersiaga, dimana CVNs (kapal induk dan pendukungnya) sudah dalam status siaga perang melawan Sukhoi.

Di masa lampau, kapal induk bertenaga nuklir, dilindungi oleh lingkaran kapal pendukung dan pesawat AWACS, dan tentu saja pesawat tempur mereka sendiri, mampu berlayar ke wilayah konflik mana saja tanpa rasa takut. Namun, itu sejarah.

Saat ini, semua kapal induk AS yang mencoba mendekati pantai China akan ditarget oleh Sukhoi berbasis darat dan akan menembakkan rudalnya pada jarak yang aman. Pada hakikatnya, lahirnya Flanker Sukhoi telah mengakhiri era diplomasi kapal-kapal perang Amerika. 


Kemampuan Pilot

Angkatan Udara Australia bukan angkatan udara besar, namun mereka menganggap dirinya terlatih, dengan pilot-pilotnya yang suka berfikir bahwa mereka mirip dengan Maverick dari Top Gun. Mereka dilatih sesuai dengan standar barat yang diyakini bahwa ini akan menjadi faktor penentu dalam perang. Namun, keterampilan pilot, seperti halnya alutsista canggih, juga dapat diimpor. Pilot India, yang saat ini termasuk dalam jajaran pilot terbaik di dunia, kini melatih Angkatan Udara Malaysia. China dan Indonesia juga suatu saat akan menemukan aces udara sendiri untuk melatih pilot mereka, atau bisa saja mereka sudah menggenggam semua kemampuan Sukhoi di tangannya. Dalam sejarahnya, pilot-pilot pesawat tempur Indonesia termasuk salah satu pilot yang terbaik di dunia, bahkan menonjol di Asia.

Sebagai realisasi dan kesadaran mereka atas Flanker Sukhoi yang mendegradasi pertahanan dan keamanan Australia, akhirnya Australia memutuskan untuk mengakusisi pesawat tempur siluman dan menaruh pesanan untuk 100 unit F-35 JSF. Apakah ini akan mempengaruhi kedigdayaan Flanker Sukhoi? Ini masih cerita lain, belum jelas juga apakah Australia mampu mengakuisisi 100 F-35 mengingat harganya yang menggila. Untuk saat ini, Sukhoi 27 dan variannya masih superior dari fighter-fighter milik Australia.

AKSI - AKSI PASUKAN ELITE INDONESIA



5 Aksi pasukan elite TNI yang kuras fisik dan mental


SURABAYA-(Alfa's def.) : Aksi Kopral 'Terkuat' TNI Subagyo Lelono mengundang decak kagum. Prajurit Polisi Militer TNI AD ini pernah lari 24 jam non stop. Dia juga Koprol 5 Km tanpa henti dan Push Up 21 jam 40 menit. Aksinya ini di ganjar rekor MURI.

Bagi prajurit TNI, kuat adalah sebuah kebutuhan. Kalau tidak kuat bagaimana mau melindungi bangsa dan negara.

Apalagi pasukan elite TNI, yang kemampuannya di atas rata-rata prajurit reguler. Latihan mereka pun dibuat ekstra keras hingga menghasilkan prajurit yang memiliki otot kawat dan tulang besi.

Indonesia memiliki banyak satuan elite yang memiliki kemampuan tempur terbaik. Di TNI AD ada Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Sat 81 Penanggulangan Teror (Gultor), Peleton Intai Tempur (Tontaipur), dan Raider. TNI AL punya Pasukan Intai Amfibi (Taifib), Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka). Sementara TNI AU punya Pasukan Khas dan Detasemen Bravo 90 di dalamnya.

Berikut aksi-aksi pasukan elite TNI yang bikin geleng-geleng kepala.

1. Minum darah ular kobra
Dalam materi pasukan elite ada jungle survival, atau bertahan hidup di hutan. Mereka harus makan apa saja demi mempertahankan hidup.

Salah satu menu favorit saat survival adalah ular kobra yang banyak di hutan tropis. Mereka pun makan daging ular kobra dan meminum darahnya. Hal ini dipercaya bisa menambah kekuatan dan membuat tubuh agak kebal terhadap bisa ular.

Caranya, kepala ular dipotong. Darahnya diminum dan dagingnya dibakar.

5 Aksi pasukan elite TNI yang kuras fisik dan mental

2. Bernafas dua jam dalam air

Pasukan Peleton Intai Tempur (Tontaipur) punya kemampuan bernafas dalam air. Cuma berbekal sebuah buluh bambu, mereka bisa tahan dua jam dalam air.

Jika musuh melihat dari atas, tak akan ketahuan ada Tontaipur yang sedang bersembunyi dalam air.

Dengan gerakan senyap, para prajurit ini pun akan melakukan serangan mendadak ke pertahanan musuh. Para prajurit ini pun bisa bergerak jauh ke daerah musuh untuk melakukan pengintaian.

5 Aksi pasukan elite TNI yang kuras fisik dan mental

3. Jalan kaki ratusan kilometer
Dalam latihan pasukan komando, ada tahapan long march atau perjalanan jauh ratusan kilometer. Tak cuma jalan kaki, mereka harus siap menerima serangan dari para pelatih.

Kopassus TNI AD melakukan long march dari Batujajar, Kabupaten Bandung ke pantai Cilacap, Jawa Tengah. Sementara Paskhas TNI AU berjalan dari Margahayu Bandung ke Pamengpeuk di Garut Selatan.

Begitu sampai di tujuan, bukan berarti bisa santai-santai. Materi terberat medan rawa laut siap menguras fisik mereka habis-habisan.

5 Aksi pasukan elite TNI yang kuras fisik dan mental

4. Disiksa di kamp tawanan
Salah satu tahapan paling menakutkan dalam latihan pasukan elite adalah kamp tawanan. Hampir semua pasukan elite memiliki tradisi masing-masing soal kamp ini.

Di kamp ini mereka diibaratkan ditangkap oleh pihak musuh yang diperankan oleh para pelatih. Berbagai siksaan pun harus diterima, mulai dari dipukuli, ditendangi hingga disetrum. Para siswa benar-benar diperlakukan seperti musuh yang ditangkap.

Latihan terakhir ini benar-benar menguras fisik dan stamina habis-habisan. Bahkan tak jarang tentara yang bertubuh besar sampai menangis dan meminta ampun saking beratnya siksaan.

5 Aksi pasukan elite TNI yang kuras fisik dan mental

5. Renang melintasi Selat Sunda dan Madura
Buat Prajurit Intai Amfibi TNI AL, berenang melintasi Selat Sunda yang jaraknya 19,2 mil laut atau kurang lebih 38 kilometer hal biasa. Mereka juga rutin berenang menyeberangi Selat Madura.

Selain harus jago berenang, mereka juga harus kuat mendayung perahu karet berkilo-kilo meter. Perahu karet merupakan pilihan terbaik untuk penyusupan dari laut karena tidak menimbulkan suara.

5 Aksi pasukan elite TNI yang kuras fisik dan mental




Sumber : Merdeka

J-31, PESAWAT TEMPUR KAPAL INDUK MASA DEPAN CHINA



J-15

Sun Cong, kepala desainer pesawat tempur J-15 dan anggota Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, menerima wawancara khusus dengan kantor berita Xinhua pada 2 Maret 2013. J-15 yang dijuluki dengan "Lying Shark" adalah pesawat tempur berbasis kapal induk generasi pertama buatan China. Ketika pertama kalinya J-15 dikemudikan oleh pilot untuk mendarat di kapal induk Liaoning dan selanjutnya juga berhasil lepas landas, tidak tergambarkan kegembiraan di wajah Sun.

Pesawat tempur J-15 telah mengisi kesenjangan teknologi China di bidang terkait. Dibandingkan dengan pesawat tempur berbasis darat, pesawat tempur berbasis kapal induk memerlukan persyaratan teknologi yang lebih tinggi.

Sun mengatakan pesawat tempur berbasis kapal induk harus memiliki kemampuan tempur yang sama seperti pesawat tempur berbasis darat dalam hal beban bom yang bisa dibawa, radius tempur, manuver dan harus juga memiliki performa yang baik di kecepatan rendah. Pesawat berbasis kapal induk harus ditingkatkan teknologinya agar bisa mendarat dan lepas landas di kapal induk.

"Kuncinya terletak pada mesin. Dua konsumsi bahan bakar (dua mesin) lebih baik dan otomatis membuat radius tempur meningkat." Sun juga mengatakan bahwa J-15 dilengkapi dengan mesin buatan dalam negeri China yang memiliki radius tempur lebih dari 1.000 kilometer.

Kemajuan lainnya yang diperoleh China adalah teknologi radar kontrol tembak dan peluru kendali  pada pesawat. "Indikator J-15 umumnya mirip dengan F/A-18 Hornet AS, sebuah standar kelas dunia," Sun menjelaskan.

Untuk memastikan pesawat meluncur dengan kecepatan relatif sekitar 60 meter per detik dalam posisi tetap dan konstan pada glide slope tepatnya di dek kapal induk, banyak ditemukan kesulitan teknologi kunci, diantaranya metode operasi pilot, karakteristik desain teknis dan aspek lainnya yang perlu dibenahi.

J-31
J-31 (Foto : chinesemilitaryreview.blogspot.com)
Sun juga menjabat sebagai kepala desainer untuk pesawat tempur siluman J-31 China. Dia berharap J-31 dapat dikombinasikan dengan J-20 (pesawat tempur siluman China sebelumnya) di masa depan dalam misi-misi baik di ketinggian tinggi atau rendah. Dia juga berharap versi baru dari J-31 nantinya juga bisa berbasis kapal induk.

Saat ini, Sun dan timnya sedang mengekplorasi teknologi kunci dari pesawat-pesawat tempur ini, dan akan membuat berbagai terobosan agar pesawat-pesawat itu mampu menguasai seluruh wilayah udara dengan radius tempur yang lebih jauh. (FS)


sumber : klik

KOPASKA TNI-AL DAN USNAVY SEAL GELAR FLASHIRON 13-01 JCET


Alfa's-Defence - Jakarta : Komando Pasukan Katak (Kopaska)
TNI Angkatan Laut, bersama US Navy Seal, menggelar latihan bersama
Flash Iron 13-01 Joint Combined Exchange Training (JCET ). Latihan
pasukan khusus Angkatan Laut dari Indonesia dan Amerika Serikat (AS)
tersebut direncanakan berlangsung 21 hari, mulai 13 Maret hingga 2
April 2013, di Markas Komando (Mako) Satuan Komando Pasukan
Katak (Satkopaska) Komando Armada RI Kawasan Barat
(Koarmabar), Pondok Dayung, Jakarta Utara.

"Latihan bersama ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab
tantangan ke depan yang semakin kompleks," ujar Panglima Komando
Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda
(Laksda) TNI Arief Rudianto, S.E., dalam amanatnya pada upacara
pembukaan Flash Iron 13-01 JCET di yang dibacakan Komandan Komando
Latihan (Dankolat) Koarmabar Kolonel Laut (P) Yudo Margono di
Pondok Dayung, Jakarta Utara, Rabu (13/3).

Latihan bersama melibatkan dua tim dari Satkopaska Komando Armada RI
Kawasan Timur (Koarmatim), dua tim dari Satkopaska Koarmabar dan
satu tim dari US Navy Seal. Materi yang diujikan, meliputi teknis, taktis
dan manuver di lapangan menggunakan metode latihan teori,
drill dan praktek di lapangan dengan sifat latihan satu pihak dikendalikan.
Menurut Pangarmabar, perkembangan dinamika di lapangan
sangat cepat bila dikaitkan dengan tingkat kompleksitas tugas dan
tantangan yang dihadapi TNI Angkatan Laut.  Oleh karena itu,
keberhasilan tugas dan latihan bersama ini akan terkait erat dengan
semangat, dedikasi, kekompakan dan rasa kebersamaan yang mendalam
dari semua prajurit.

Sasaran yang akan diwujudkan pada latihan kali ini, adalah untuk
meningkatkan ketajaman profesionalisme prajurit Satkopaska
TNI Angkatan Laut dan US Navy Seal. Oleh karena itu, latihan bersama
tersebut dilaksanakan untuk menguji kemampuan individu maupun tim
serta memantapkan standar operasi prosedur (SOP) di lapangan.
"Jenis dan beban materi latihan telah disusun secara bertahap, berlanjut
dan berkesinambungan, agar hasil latihan dapat dijadikan sebagai
landasan untuk latihan berikutnya," jelas Pangarmabar.

Lebih lanjut Pangarmabar mengatakan, para penyelenggara
latihan baik pelaku, pelatih maupun pengawas dan pengendali latihan
harus memiliki kesamaan persepsi, rencana latihan jangka panjang serta
sistem, dan metode latihan yang tepat bagi Kopaska dan US Navy Seal
sehingga akan terbentuk suatu tim yang solid.

Diakhir amanatnya Pangarmabar menekankan kepada para Perwira
Pelaksana beserta seluruh staf dan pelaku latihan untuk selalu menjaga
keamanan baik personel maupun materiil dengan selalu mengacu pada
standar prosedur keselamatan latihan.


(TNI AL)

India Gagal Uji Coba Rudal Subsonik


















(Alfa's Def.) Rudal Subsonik buatan dalam negeri India "Nirbhay" pada uji coba penembakan
di hari Selasa gagal mencapai target dan harus dihentikan di tengah jalan karena menyimpang
dari jalur penerbangannya. Namun Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India
(DRDO) mengatakan rudal Nirbhay sudah berhasil memenuhi tujuan misi dasar dan melakukan
beberapa manuver memuaskan sebelum dihentikan di tengah perjalanannya.

"Nirbhay berhasil diluncurkan hari ini pada 11:50 dari kompleks
peluncuran Chandipur, Odisha dan telah memenuhi tujuan misi dasar.
Ketika rudal sampai di setengah perjalanan, terlihat ada penyimpangan dari jalurnya.
Akhirnya, penerbangan rudal dihentikan demi menjamin keamanan pantai," kata juru bicara
DRDO Ravi Gupta dalam rilisnya pada Selasa, 12 Maret 2013.

Rudal jelajah subsonik permukaan - ke-permukaan Nirbhay memiliki
kemampuan untuk diluncurkan dari.darat, laut, dan udara, kata ilmuwan DRDO, dengan
menambahkan bahwa Nirbhay memiliki kemampuan Loitering yang baik, kontrol dan bimbingan
(guidance) yang baik, tingkat akurasi tinggi dalam hal dampak dan sulit untuk dideteksi radar.

Rudal Nirbhay dikembangkan oleh Aeronautical Development Establishment (ADE) dan laboratorium DRDO yang berbasis di Bangalore, India. Rudal ini memiliki jangkauan sekitar 1.500 kilometer.


sumber: klik 

Rabu, 13 Maret 2013

Filipina Terima Kapal Fregat Kedua di 2013


Kapal fregat kedua Angkatan Laut
Filipina (Philippine Navy / PN), BRP
Ramon Alcaraz (PF-16), dijadwalkan
akan tiba pada bulan Agustus, bukan pada bulan April seperti yang sebelumnya dinyatakan.

Keterlambatan lima bulan ini terkait dengan kebutuhan pelatihan yang lebih intensif untuk kru (AL Filipina) sebelum kapal dapat diambil dari North Charleston, fasilitas angkatan
laut South Carolina, Amerika Serikat.

BRP Ramon Alcaraz dilengkapi
dengan senjata dan sensor yang
lebih canggih dari kembarannya BRP Gregorio Del Pilar (PF-15). Fregat ini juga dilengkapi dengan meriam otomatis Mark 38 Model 2
Bushmaster dan mesin utama baru, membuatnya lebih unggul dari kakaknya. Sekitar 5 juta dolar telah dikeluarkan oleh Angkatan laut Filipina untuk biaya upgrade-nya.

Fregat eks Angkatan Laut AS yang
sebelumnya bernama USS Dallas ini adalah kapal cutter berdaya tahan tinggi yang ditugaskan pada tahun 1967 dari Galangan kapal Avondale di New Orleans.

Kapal ini adalah kapal keenam yang diberi nama dari Alexander J. Dallas, seorang menteri keuangan di bawah pemerintahan Presiden James Madison (1814-1816).

Kapal ini merupakan salah satu dari dua belas kapal cutter kelas
Hamilton yang dibangun untuk US
Coast Guard (penjaga pantai).
Beratnya 3.250 ton, memiliki
panjang 115 meter, lebar 13 meter,
draft* 4,6 meter (muatan standar).
Sistem propulsi terdiri dari dua
mesin diesel dan dua mesin turbin
gas, memberikannya kecepatan
jelajah hingga 29 knot. Kapal ini
memiliki rentang jelajah di kisaran
14.000 mil dan dengan waktu di laut selama 45 hari dalam pelayarannya.

Kapal ini dioperasikan oleh 167 kru. Kapal fregat ini awalnya dilengkapi dengan radar AN/SPS-40 air-search, Sistem Kontrol Senjata Mark 92 dan dipersenjatai dengan satu meriam Oto Melara Mark-75 76-mm, dua sistem senjata mesin Mark K-38 25mm, dua Sistem Mark 36 SRBOC, satu Phalanx CIWS missile defense
gun, senapan mesin M2HB
kaliber .50 dan senapan mesin
M240 7,62mm. Setelah diakuisisi
oleh Filipina semuanya dicopot
kecuali meriam Oto Melara Mark-75 76-mm. (FS)

artileri.org

The First Upgraded TAM Medium Tank by Elbit Delivered


TAM medium tank based on German Marder IFV. There is armed with 105-mm gun and two 7.62 mm, weight about 30 tons, TAM can accelerate to 80 miles per
hour and cover up to 600 kilometers.

Montevideo-The Argentine Army received  the first tank TAM (Tanque Argentino Medium) modernized by the Israeli
company Elbit, on site Army.

Improvements that projects are
completed on all TAM fleet (around 235 units) include replacing hydraulic mechanisms of movement of the tower by electrical, thermal sleeve for the gun, stabilized system installation COAPS (Commander Open Architecture Panoramic Sight) with day and night cameras, an early warning system ELBIT (with detection of laser guidance systems
and radar). Also, you will install an
auxiliary power unit for operating systems without having to keep the vehicle running.

A rising level of armored protection, you have installed flaps protecting the filming and some of the tracks for increased survival in case of impact.

This first prototype delivered (in a process that is quite extensive) is expected to be the model for other vehicles to continue, although still unknown delivery dates of upcoming modernized units.

(Infodefensa )

FILIPINA TUNTUT PENJELASAN MALAYSIA TERKAIT KONFLIK SABAH


Metrotvnews.com, Manila: Pemerintah Filipina menuntut penjelasan Malaysia terkait penyiksaan terhadap warganya yang berada di Negara Bagian Sabah saat terjadi penumpasan para pengikut Kesultanan Sulu di  Lahad Datu.

Filipina juga menuntut akses penuh bagi diplomatnya untuk menemui warga Filipina yang ditahan di luar wilayah bergolak tersebut. Tuntutan pemerintah Filipina yang disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri, Minggu (10/3), disampaikan setelah ribuan warga Filipina dilaporkan melarikan diri dari Sabah. Mereka ketakutan dengan laporan penyiksaan dan kekerasan yang
dilakukan polisi Malaysia terhadap para pengikut Sultan Sulu Jamalul Kiram III.

Kepada harian Filipina The Philippine Daily Inquirer, para pengungsi itu mengaku kabur dari rumah mereka di Malaysia timur setelah mereka menyaksikan tindakan agresif aparat keamanan Malaysia saat memburu para pengikut Sultan Sulu.

Sekitar 100-300 orang bersenjata yang mengaku pasukan Kesultanan Sulu menyerbu Sabah Februari lalu. Mereka kemudian menduduki desa di Sabah dan mengklaim wilayah itu sebagai wilayahnya. Aksi mereka yang dipimpin oleh adik Sultan Sulu Agbimuddin Kiram itu mendorong pemerintah Malaysia menyerbu mereka.

Sedikitnya 53 pengikut Kesultanan Sulu tersebut dan delapan polisi tewas dalam bentrokan dalam beberapa hari terakhir. Polisi Malaysia Sabtu (9/3) juga menangkap 79 orang yang diduga terkait dengan kesultanan tersebut.

Seorang pengungsi menuturkan dia
menyaksikan sejumlah pria Filipina
diseret dari rumah mereka dan dipukuli. Pria Filipina itu kemudian diperintahkan untuk lari dan polisi menembaki mereka. Hal itu terjadi sekalipun mereka telah menunjukkan dokumen-dokumen
imigrasi untuk membuktikan bahwa mereka menetap di Malaysia secara sah.

Laporan lainnya menyebutkan bahwa warga Malaysia dari keturunan Tausug termasuk korban operasi dan mendapat perlakuan brutal dari polisi Malaysia, tidak terkecuali mereka yang memegang MyKads. Tausug adalah sebutan untuk orang-orang Malaysia keturunan Sulu. "Malaysia mengklaim menerapkan toleransi maksimum. Namun itu sama sekali tidak benar. Sebaliknya, yang terjadi adalah kekerasan maksimum. Bahkan perempuan hamil dan anak-anak
ditembaki oleh pasukan Malaysia,"
ungkap Jacel Kiram, putri Jamalul Kiram, seperti dikutip oleh Manila Standard Today.

Seorang warga Filipina lainnya, Amira Taradji, mengatakan adiknya tewas dibunuh polisi Malaysia saat terjadi pengepungan terhadap para pengikut Sultan Sulu. "Mereka menyeret semua lelaki dari rumah, menendang, dan memukuli mereka," ungkapnya melalui telepon dari Patikul, Sulu, kepada The Philippine Daily Inquirer. Hal itu disampaikan tidak lama setelah dia tiba di Filipina bersama dengan 200 pengungsi lainnya, Jumat (8/3).

Menurut the Inquirer saat ini sekitar 1.000 pegungsi telah melarikan diri dari Sabah menuju Sulu dan Tawi-Tawi. Jumlah pengungsi diperkirakan akan terus bertambah seiring tindakan pemberangusan yang dilakukan aparat keamanan Malaysia.

Dalam bentrokan lainnya, polisi Malaysia menembak mati seorang remaja berusia antara 12-15 tahun dan melukai seorang pria, kemarin. Kepala kepolisian Malaysia Jenderal Ismail Omar mengatakan keduanya ditembak polisi di semak-semak tidak jauh dari zona pertempuran. (AP themalaysiainside/'Heryadi/Adf)

Super Cobra Israel Jatuh di Palestina


GAZA:(DM) - Sebuah helikopter tempur rezim Zionis Israel dilaporkan jatuh. Helikopter tersebut dari jenis Super Cobra, yang jatuh di kawasan selatan Palestina pendudukan. Dua pilotnya tewas seketika. Sumber-
sumber pemberitaan Zionis menyebutkan bahwa helikopter tersebut dilengkapi roket.

Helikopter Super Cobra ini dimodifikasi oleh industri pertahanan rezim Zionis dan memiliki sistem elektronik khusus.

Angkatan Udara Israel sangat mengandalkan helikopter tersebut. Disebutkan pula bahwa penerbangan helikopter yang jatuh di selatan Palestina pendudukan itu dilakukan oleh dua pilot senior Israel.

(IRIB Indonesia/MZ)

Selasa, 12 Maret 2013

EKSPEDISI NKRI 2013 DIMULAI


GORONTALO-( alfa's def): Gubernur provinsi Gorontalo Drs. Rusli Habibie bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pembukaan Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi khususnya di wilayah Gorontalo yang dipusatkan di Kabupaten Bone Bolango, Kec. Suwawa, Desa Pangi, minggu (10/03).

Upacara pembukaan ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi yang juga dibuka secara  serentak di sembilan Korwil yang berada di sulawesi antara lain, Kab. Kepulauan Sangihe, Kab. Minahasa, (Sul- Ut), Kab. Bone Bolango (Gorontalo), Kab. Sigi, Kab. Luwuk Banggai (sul- teng), Kab. Mamuju (Sul-bar) Kab. Tana toraja, Kabupaten Kolaka (Sul-tra) dan kab. Gowa (Sul-sel).

Gubernur Gorontalo Drs. Rusli Habibie dalam sambutannya menyampaikan, pada tahun 2013 pemerintah provinsi Gorontalo telah mencanangkan pembangunan skala besar dan beberapa proyek pembangunan di wilayahnya yang mencakup seluruh kabupaten di Provinsi Gorontalo antara lain Gorontalo outer ring road, bandara Jalaludin dan bendungan irigasi.

Gubernur Gorontalo juga menyampaikan apresiasinya terhadap ekspedisi NKRI 2013 yang dilaksanakan wilayahnya, karena ekspedisi ini sejalan dengan kebijakan pembangunan Provinsi Gorontalo.

Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi adalah ekspedisi NKRI yang ketiga, dua ekspedisi NKRI sebelumnya yang telah dilaksanakan yaitu ekspedisi Bukit
Barisan di Pulau Sumatera tahun 2011 dan Ekspedisi Khatulistiwa tahun 2012 di Kalimantan.

Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi ini akan berlangsung selama 4 bulan yang akan berakhir pada 5 Juli 2013. Tema Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi kali ini adalah “ Peduli dan lestarikan alam Indonesia”.

Tujuan dilaksanakannya ekspedisi ini adalah mendata dan meneliti segala potensi kekayaan alam di hutan, pegunungan, rawa, laut, sungai dan pantai serta pulau terdepan. Selain itu bersama segenap komponen bangsa sebagai sumbangsih TNI, POLRI dan masyarakat kepada Pemerintah RI dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dan membangkitkan kesadaran teritorial, sehingga dapat dikelola menjadi keunggulan teritorial, memberikan keteladanan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan melalui program “Green, Clean dan Healtly “ serta membantu mengatasi kesulitan rakyat. Peserta ekspedisi yang melibatkan unsur TNI, Polri, mahasiswa, pakar ahli masing-masing bidang serta Pemerintah provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango yang berjumlah 127 orang akan melakukan kegiatan antara lain penjelajahan hutan dan gunung, penelitian flora dan fauna serta sumber daya hayati dan non hayati yang terdapat di provinsi Gorontalo, sosial budaya, serta kegiatan komunikasi sosial yang didalamnya terdapat kegiatan bhakti sosial kepada masyarakat serta pemahaman tentang wawasan kebangsaan.

Sumber : TNI AD

Kodam I BB Dapat Sejumlah Panser Anoa


MEDAN-Alat Utama Sistem Persenjataan
(Alutsista) berupa 4 unit Panser APS
Anoa -2 type komando, 6 unit
Kendaraan Penarik Meriam (Rik Mer) KM
250, 1 unit Ambulance serta 1 unit
mobil Dinas Danrem 033, tiba di
Makodam I Bukit Barisan, Jumat (8/3)
sekira pukul 16.30 WIB.

Nantinya, alat itu akan dirawat oleh
Kavleri karena dinilai sebagai pihak yang
sudah sangat akrab dengan peralatan
buatan PT Pindad Indonesia itu. Namun,
untuk Infanteri juga akan diberi
pembelajaran pengoperasian alutista
itu.

Dalam penyambutan alutsista itu, turut
hadir sejumlah pejabat, diantaranya
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol
Wisjnu Ahmad Sastro, Ketua DPRD
Sumut, Saleh Bangun dan Walikota
Medan, Rahudman Harahap.
Penyambutan dibuka dengan tarian khas
Tapanuli Selatan serta musik Gordang
Sembilan. Selanjuntya, dilakukan ritual
tepung tawar terhadap alutista itu oleh
para Pejabat yang hadir, secara
bergantian. Bahkan, para pejabat juga
dipersilahkan melihat secara dekat dan
diberi keterangan detail tentang
sejumlah alutsista itu.

"Dalam menjalankan tugas operasi
militer perang, alutista ini sangat
berguna bagi kita. Khususnya untuk
wilayah Sumater Utara yang banyak
daerah penyangga seperti selat Malaka
serta perbatasan Indonesia dengan
negara lain, bukan tidak mungkin akan
ada inflasi negara asing. Oleh karena itu,
semoga alutista ini dapat melindungi
Bangsa dan Negara Indonesia, " ungkap
Panglima Kodam I Bukit Barisan, Mayjen
TNI Lodewijk F Paulus.

Selain alutisata yang sudah diterima itu,
Pangdam mengatakan kalau nantinya
akan datang 51 unit Panser APS-2 Anoa
lagi yang akan diperuntukan bagi
Batalyon lainnya.

Begitu juga alutista lainnya berupa rudal
akan datang untuk mengisi kelengkapan
persenjataan Arhanudse 11 dan 13.
Bahkan, Pangdan mengaku senang
karena akan kedatangan 1 flight
Helikopter yang diperuntukkan langsung
dari Kepala Staf Angkatan Darat TNI,
sehingga semakin membantu dalam
menjalankan tugas.

Tibanya alutsista itu disambut dengan
tarian yang diringi musik gordang
sembilan. Selanjutnya, Alutista itu
ditepung tawari oleh Panglima Kodam I
Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewijk F
Paulus yang diikuti sejumlah pejabat,
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol
Wisjnu Ahmad Sastro, Ketua DPRD
Sumut, Saleh Bangun dan Walikota
Medan, Rahudman Harahap.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara,
Irjen Pol Wisjnu Amad Sastro mengaku
turut senang dan bangga atas datangnya
alutista itu ke Kodam I Bukit Barisan.
Disebutnya, alat itu nantinya juga akan
mebantu tugas Polri dalam menjalankan
tugas. Karena selain tugas operasional
perang, disebut Amad Satro kalau TNI
juga memiliki tugas operasional selain
perang.

Bahkan orang nomor 1 di Kepolisian
Daerah Sumatera Utara itu semakin
yakin karena Pangdam 1 Bukit Barisan
sudah menegaskan bahwa Polri juga
akan diikutsertakan dalam pembelajaran
pengoperasian alautista tersebut.
"Ketika kita membutuhkan alat ini, kita
bisa pakai, " ungkapnya singkat.

(JPNN )

Wallenberg Familiy Tawarkan Kerjasama Industri Pertahanan


Kementrian Pertahanan dalam waktu dekat akan merealisasikan pembelian senjata anti-tank NLAW buatan Swedia.

Menhan Sambut Baik Tawaran Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Wallenberg Family  Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Senin (11/3), menerima kunjungan kehormatan Delegasi Investor Swedia yang dipimpin oleh Group Wallenberg Family didampingi Duta Besar Swedia untuk Indonesia HE Ewa Ulrika Polano di.Kantor Kementerian Pertahanan,.Jakarta.

Kedatangannya menemui Menhan kali ini adalah bagian dari rangkaian Delegasi bertemu dengan pejabat-pejabat negara untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Indonesia dan khusus menemui Menhan Purnomo Yusgiantoro untuk mengetahui lebih lanjut rencana pengembangan industri Alutsista dalam negeri dan rencana pengadaan Alutsista.

Menhan menyambut baik tawaran kerjasama dari Wallenberg Family dan akan mengusahakan pertemuan dengan Mabes TNI dan Mabes Angkatan sebagai pengguna Alutsista, kemungkinan- kemungkinan pengadaan Alutsista dan kerjasama industri pertahanan yang diharapkan oleh pengguna. Namun Menhan juga akan mengupayakan pertemuan dengan Dirjen Strahan mengenai kemungkinan pengembangan
kebutuhan Alutsista jangka panjang yang dapat bekerjasama dengan industri pertahanan yang dimiliki oleh Wallenberg Family.

Wallenberg Family berharap dapat menjalin kerjasama industri pertahanan serta alih teknologi beberapa peralatan militer baik secara G to G maupun langsung dengan Industri Pertahanan  Indonesia atau Kementerian Pertahanan.

Wallenberg Family yang memiliki industri alutsista di antaranya; pesawat tempur, kapal selam, radar, misil dan lain-lainnya berharap dapat membangun kerjasama industri pertahanan untuk jangka panjang.

Saat menerima Delegasi Wallenberg Family, Menhan Purnomo Yusgiantoro didampingi oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan Laksda TNI Ir Rachmad Lubis, Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi Dr Ir Eddy Herjanto SE, MSc, Direktur Teknik dan Industri Ditjen Pothan Kemhan Marsma TNI Darlis Pangaribuan MSc dan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Sisriadi.

dmc.kamhan.go.id

Prajurit Kopaska Tingkatkan Kemampuan Menembak dan Renang


SURABAYA-(AD) : Prajurit Komando
Pasukan Katak (Kopaska) Koarmatim meningkatkan kemampuan berenang dan menembak persiapan untuk menghadapi Kejuaraan Porwiltim dan Kompetisi Menembak Tingkat Nasional Piala Danpaspampres Cup VIII tahun 2013.

Latihan menembak dipimpin oleh
Kapten Laut (S) Bambang H.W yang menjabat sebagai Komandan Detasement 4 Satuan Komando Pasukan Katak Armada Timur.  Sedangkan latihan renang dipimpin oleh Wakil Komandan Kompi Markas Satkopaska Koarmatim Letda Laut (P) Mulyadi.

Materi latihan renang antara lain Orentasi Bawah Air (OBA) dan persiapan Triatlon untuk menghadapi Porwiltim, 11 prajurit Kopaska di drill berenang setiap hari, mulai pukul 09.00 Wib sampai pukul 11.00 Wib, dengan menempuh jarak 3000 meter.

Triatlon adalah tiga perlombaan dijadikan satu antara lain berlari, berenang dan bersepeda. Pada latihan kali ini Kopaska berkonsentrasi untuk meningkatkan kemampuan berenangnya.

Walaupun sudah tidak diragukan lagi kemampuan berenangnya, prajurit Kopaska tidak pernah menyepelekan siapapun yang akan menjadi pesaingnya
dalam kejuaraan Porwiltim nantinya, hal ini ditindak lanjuti dengan cara tetap berlatih dan terus berlatih sesuai dengan semboyan Kopaska “Kami bukan
prajurit yang hebat tetapi kami adalah prajurit yang terlatih dan terus berlatih”.

Dalam hal menembak, prajurit Kopaska meningkatkan kualitas ketepatan menembak yang l dilaksanakan di Lapangan Tembak Ambalat, Koarmatim hari ini Senin (11/03) untuk memperebutkan dalam kejuaraan Piala Danpaspampres Cup VIII 2013 dalam rangka Hari Bhakti Paspampres ke-67.

Dalam latihan ini enam prajurit Kopaska latihan menembak pistol jenis Colt model Grand buatan Chezcosz Clovacea kaliber 3,8 mm dengan jarak sasaran 25 meter.

Materi kejuaraan menembak terbuka yang diadakan oleh Paspampres antara lain menembak perorangan dan
menembak beregu. Selain untuk
kalangan militer, kejuaraan menembak ini juga dibuka untuk umum.

Pelaksanaan lomba adalah pada hari Kamis (4/4) sampai dengan hari Minggu (7/4) dimulai pukul 08.00 Wib sampai dengan selesai di lapangan tembak Perbakin Gelora Bung Karno Jakarta dan
lapangan tembak Kopasus Cijantung dan Marinir Cilandak Jakarta.

Sumber : Koarmatim